->Profil Keluarga

Profil Keluarga


Table of Contents:

M. Yoni Hariyadi Lahir di Subang, Jawa Barat pada tanggal 14 Juli 1969, dan dibesarkan di Bandung. Pada tahun 1989 ia masuk kuliah di ITB, jurusan Teknik Lingkungan, ia lebih banyak beraktivitas dalam kegiatan ekstrakurikuler pendidikan anak-anak (PAS ; Pendidikan Anak Salman - ITB), sebuah organisasi pendidikan anak di lingkungan masjid kampus ITB. Di PAS inilah ia banyak bertemu dengan orang-orang yang interes dan dalam dunia pendidikan, sehingga menjadi kampus kedua baginya. Bersama teman-temannya di PAS, ia banyak membuat hal-hal baru yang positif dalam memajukan dunia pendidikan anak. Klub Anak Cinta Lingkungan, Pesantren Alam, Pelatihan Outbound-Leadership untuk anak, Sanggar Kreativitas Anak, konsultan media dan metode pembelajaran anak, menjadi guru TK dan SD adalah beberapa kegiatan yang pernah ia gelutinya selama tahun 1990 s/d 1997. Selama satu tahun ia juga pernah menangani anak-anak pinggiran rel kereta api Kiaracondong dengan mereka ia banyak belajar tentang kehidupan dibandingkan niat awalnya yang ingin mengajar. Saat ini, ia bersama istri dan dua orang anaknya bergabung bersama Tim Pasanggrahan Baranang Siang dan tinggal di Kampung Cinangsi. Di wilayah tersebut ia menjadi guru sukarelawan SD, guru pamong SMP Terbuka, mengajar di MTs Ma'arif Toblong, dan selain menjadi guru ia juga belajar menjadi seorang petani. Ia berkeinginan agar sekolah itu adalah sebuah tempat yang paling menyenangkan buat murid untuk menuntut ilmu, dan menjadi tempat yang bisa membangkitkan seluruh potensi diri sehingga setiap anak bisa menjadi diri mereka sendiri. Dalam dunia pertanian di berkeinginan bertani selaras alam. Spesialisasi keahlian : pertanian organik dan pendidikan

Azizah Aning T. Azizah Aning T lahir di sebuah desa dengan alam pegunungan tahun 1974 di Banjarnegara. Dalam masyarakat yang masih asing dengan kompleksitas kehidupan modern. Lingkungan petani, sedikit pedagang dan pegawai negeri. Pendidikan hanya menjadi tradisi di kelompok masyarakat tertentu seperti pegawai negeri. Pada umumnya pendidikan hanya sampai jenjang SMP atau meningkat SMA di era tahun 90-an. Kuliah di fakultas hukum UGM, dengan waktu kuliah yang cukup longgar memungkinkannya untuk banyak bermain. Suasana Yogya berbeda dengan daerah asalnyayang cukup sepi dari wacana dan mobilitas masyarakat. Disini ia berkenalan dengan berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat yang dalam arus besarnya mencita-citakan sebuah keadaan masyarakat yang lebih baik. Lulus kuliah, sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta di Cilegon Banten. Tahun 2001 menikah dengan Muhammad Mutasim Billah, sahabat seperjalanan dalam mendedah diri, merumuskan identitas sebagai istri dan ibu bagi anak-anak serta sebagai warga bangsa. Akhir 2001 memutuskan keluar dari tempat kerja mengikuti suami ke Bandung. Lalu ia kemudian menetpa bersama suami di Cinangsi-Peundeuy.

Rosita Raisan Ia terlahir di di Bandung, pada tanggal 03 April 1972, dan merupakan anak ke-3 dari 7 bersaudara. Masa pendidikan dari Sekolah dasar sampai perguruan Tinggi, ia habiskan di kota ini juga. Menikah pada tanggal 24 Maret 1999 dengan Danny Daud Setiana dan dianugerahi 2 orang anak ; Dvijatma Puspita Rahmani (5 thn) dan Daniel Imam Cahyono (3 thn).

 

dr. Nadia D.E. Lahir dan besar di Kota hujan, Bogor. Ia kemudian masuik ke Regina Pacis untuk pendidikan SD,SMP,SMA , selain karena dekat rumah, sekolah itu telah dipercaya dan menjadi pilihan orang tua untuk pendidikan semua anaknya. Sekolah itu pula yang telah menghantarkannya menjadi Siswa Teladan tingkat SMA se-Kotamadya Bogor tahun 1995. Disamping itu ia juga aktif sebagai anggota Paskibraka Kotamadya Bogor. Ia sendiri lahir dan di besarkan dalam keluarga besar yang mayoritas dokter, sehingga dari kecil bercita-cita menjadi dokter. Kakeknya sendiri adalah salah seorang pahlawan nasional, dr. Muwardi, sehingga tak berlebihan jika ia ingin melanjutkan cita-cita besar beliau. Kini namanya diabadikan di sebuah rumah sakit di kota Solo. Setelah menamatkan SMA di kota Bogor, ia melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran UNPAD, dan lulus pada tahun 2003. Semasa kuliah ia aktif di Senat Mahasiswa sebagai Wakil Ketua Senat I. ia juga menjadi pengurus English Club dan koran kampus. Pada tahun 2000 ia menjadi Juara III Mahasiswa Berprestasi Fakultas Kedokteran Unpad. Bergabung dengan Tim SDC semenjak tahun 2001, dan melakukan banyak riset tentang kesehatan masyarakat. Pada tahun 2003, bersama suami, Ismail Fadli, ia memutuskan untuk tinggal di Garut dan menjadi dokter sukwan, dan berdinas di Puskesmas Cipacing, Kecamatan Peundeuy. Selama di sana ia banyak menemukan problem kesehatan masyaraka yang riil. Kini ia juga meneliti dan mulai menggunakan obat tradisional sebgai alternatif pengobatan yang murah dan aman.

Hepti Mulyati Hakim, S.Sos Hepti Mulyati Hakim Hariyadi,dilahirkan di kota sejuk Bogor 4 Pebruari 1972.Putri ke- tujuh dari delapan bersaudara. Selama kuliah di jurusan Administrasi Niaga FISIPOL Universitas Jember, Jawa Timur, aktivitasnya bukan hanya di bidang akademis semata tetapi ia banyak pula menimba pengalaman berorganisasi di HMI Cab. Jember dan Badan perwakilan Mahasiswa FISIP Univ. Jember. Setelah lulus pada tahun 1996, dia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya meninggalkan dunia politik kampus dan bekerja di BMT Al-Hidayah Bogor sebelum akhirnya bertemu dengan Sang Arjuna tercinta M. Yoni Hariyadi. Pada tahun 1998 akhirnya mereka menikah dan dikaruniai dua orang putri : Muthi Nur Aliya dan Fathimah Az-zahra Afraliyanti. Pilihan untuk mengikuti jejak suami Hijrah ke Cinangsi, Peundeuy, adalah upaya dia sebagai proses belajar menata hati, membersihkan diri dan mudah-mudahan bisa beramal sholeh, sesuai bidang yang kini digekutinya : mengajar siswa-siswa SMP Terbuka Baranang Siang.

Yessie Khristina Ia adalah isteri dari Deden Himawan. Lahir pada tanggal 9 Juli 1976, di kota kembang, anak pertama dari tiga bersaudara. Setelah menyelesaikan Sekolah Perawat Kesehatan pada tahun 1994, ia melanjutkan pendidikannya ke program D1 kebidanan. Sempat ditugaskan di sebuah desa terpencil di Ciwidey, Bandung. Tahun 1998, ia melanjutkan studinya di Akademi Kebidanan (program D3). Lulus tahun 2001 dan kemudian mengamalkan ilmunya dengan menjalankan profesi bidan di RS Al-Islam Bandung. Pada tahun 2003, ia masuk ke dunia akademis, dengan menjadi pengajar di sebuah Akademi Kebidanan milik swasta, masih di kota Bandung. Selama menggeluti dan menangani bidang kebidanan, kesehatan reproduksi, penataan keluarga, dan masalah keluarga berencana ini, akhirnya ia; sangat menyadari pentingnya pendidikan kesehatan berbasiskan keluarga. Dari sinilah, peranan bidan-bidan desa sangat vital, sebagai ujung tombak paling depan dalam memajukan kemakmuran negeri ini dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kini, bersama suami tercinta, ia bahu membahu dalam wadah Pasanggrahan Baranang Siang dan Yayasan Islam Paramartha. Dikaruniai seorang anak, Muhammad Wijaya Nur Shiddiq. Ia juga, kini mendapatkan amanah (mendapat beasiswa) untuk melanjutkan kuliah di pendidikan Bidan Pendidik Universitas Padjadjaran Bandung.

Tags
Serambi | Tentang Kami | Kontak Kami | Webmaster