->Profil Lembaga
Profil Lembaga
Table of Contents:
- Profil Lembaga
- Page 2
- Page 3
Memasuki periode baru inilah, maka SDRC telah secara sepenuhnya berubah wajah, bukan lagi sebagai orang luar yang hendak memberikan stimulus kepada masyarakat setempat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri, menjalin ikatan persaudaraan dan membangun rasa senasib sepenanggungan. Sejak bulan Juni 2003, konsep SDRC telah sepenuhnya melebur ke dalam wadah Pasanggrahan Baranang Siang. Ditinjau dari etimologi, kata pasanggrahan yang berasal dari Sunda dan Jawa kuno memiliki arti sebuah tempat dimana ikatan persaudaraan yang kokoh terjalin, sedangkan Baranang Siang adalah istilah yang digunakan oleh KH Hasan Mustapa (alm.), seorang penghulu Bandung pada masa penjajahan Belanda yang menghidupkan khazanah ke-Sunda-an, yang berarti sebuah fase pencerahan dan telah mencapai keterbimbingan dalam perjalanan menuju Tuhan-nya. Dengan pendirian Pasanggrahan Baranang Siang maka seluruh problem masyarakat yang semula hanyalah catatan riset, terinternalisasi, dan menjadi bagian dari problem kehidupan para perisetnya sendiri. Keluarga Pasanggrahan Baranang Siang secara bertahap mencoba melakukan proses transformasi bersama melalui program-program pendidikan dan pengajaean, pertanian, peternakan, pengelolaan hutan, dan beberapa pengelolaan unit-unit usaha yang berkembang dimasyarakat. Setelah mengalami kebersamaan dengan masyarakat selama lebih kurang 3 (tiga) tahun dan riset yang telah dilakukan selama 6 (enam) tahun, kami menemukan sebuah keyakinan bahwa model yang telah kami godok dan uji coba ini sudah layak untuk diperkenalkan kepada masyara-kat luas dan para pengambil kebijakan terkait untuk secara bersama-sama mematangkannya, dan diharapkan dapat di uji di beberapa tempat. Sebagai sebuah penjelasan, bahwa apa yang kami lakukan sejauh ini belum menyentuh aspek pembangunan fisik bagi masyarakat tetapi lebih ditekankan pada mengumpulkan semua fakta-fakta di lapangan, mengolahnya, serta merumuskannya agar menjadi sebuah kesimpulan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan baik untuk pemerintahan setempat maupun untuk pemerintah pusat.






