->Penyaluran Bantuan bagi Korban Gempa Bumi di Garut Selatan
Penyaluran Bantuan bagi Korban Gempa Bumi di Garut Selatan
Gempa bumi Jawa Barat Selatan yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 yang erkekuatan 7,3 pada skala Richter dengan pusat gempa di Tasikmalaya selatan lalu telah menyisakan duka yang panjang dan mendalam. Sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat Selatan yang terkena dampak gempa, hingga kini belum terdata dengan baik dan tidak dapat dijangkau oleh tim bantuan korban gempa. Kontur pegunungan yang sangat dominan di daerah tersebut menyebabkan sulitnya akses transportasi menuju sejumlah pemukiman yang terisolir semenjak terjadinya gempa tersebut.
Tim Pasanggrahan Baranang Siang berupaya menghimpun bantuan bagi para korban gempa di wilayah Garut Selatan baik berupa uang dan material lainnya. Setelah terkumpul cukup banyak dari para donatur Bandung dan Jakarta, maka disalurkanlah bantuan tersebut dari sejak hari Rabu, tanggal 16 September 2009 sampai Hari Raya Idul Fithri. Selama 4 hari penyaluran bantuan secara langsung tersebut, ditemukan fakta-fakta bahwa daerah Garut Selatan masih sedikit sekali tersentuh oleh tim penanganan korban paska bencana gempa. Pada hari pertama penyaluran bantuan bagi korban gempa, hujan deras turun sampai pukul 10 malam, sehingga distribusi bantuan hanya dapat dilakukan di kampung Cirendeu, Desa Toblong , Kecamatan Peundeuy. Di tempat itu, bantuan diberikan kepada 49 kepala keluarga. Bantuan juga diberikan kepada pesantren Cibuntu dan masyarakat sekitarnya di Desa Saribakti, yakni 5 kepala keluarga. Esok harinya, penyaluran bantuan disebar di Desa Saribakti, seperti daerah Sukasari, Gayam dan Cibuntu. Bantuan bagi 20 kepala keluarga korban gempa di salurkan di perkampungan tersebut. Selanjutnya dua perkampungan di Desa Toblong, yaitu Bojong Dengkeng dan Batu Dampit, juga disalurkan bantuan bagi para korban gempa sebanyak 55 kepala keluarga. Penyaluran bantuan pada hari ketiga dipusatkan di Desa Simpang yang terletak di Kecamatan Cibalong. Sejumlah perkampungan di wilayah tersebut, yaitu Petakan, Jubleg, Bojong Sirna, Dahu dan Cimadang, terdata sebanyak 64 kepala keluarga yang menjadi korban gempa dan menerima bantuan Tim PBS. Penyaluran bantuan juga dilakukan di Desa Dangiang, Kecamatan Banjar Wangi yang terletak di sebelah utaranya untuk 20 kepala keluarga. Pada hari terakhir, penyaluran bantuan difokuskan bagi para mustahiq zakat atau penerima zakat yang terdiri dari anak-anak yatim piatu dan fakir miskin. Keseluruhan kegiatan ini makin menguatkan visi bahwa pengelolaan wilayah yang konturnya geografisnya bergunung-gunung seperti di Garut Selatan tidaklah mudah dan membutuhkan sistem komunikasi dan informasi yang lebih memadai. Dengan akses transportasi yang sangat terbatas, maka semua kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat membutuhkan perencanaan multi bidang yang komprehensif.







